Selasa, 25 November 2008

Hukum Namimah (Adu Domba) dan Bahayanya

Ulama : Syaikh Ibnu Utsaimin
Kategori : Aneka
Pertanyaan:
Apa hukum namimah dan apakah bahayanya, kami mengharapkan dalil atas hal
tersebut? Semoga Allah -subhanahu wata`ala- membalaskan kebaikan kepada kalian.
Jawaban:
Namimah adalah bahwa seseorang menyampaikan perkataan manusia satu dengan yang
lain untuk merusak hubungan di antara mereka, seperti ia pergi kepada seseorang dan
berkata, "Fulan berkata tentang dirimu seperti ini, fulan berkata tentang dirimu seperti ini"
untuk memberikan rasa permusuhan di antara umat Islam. Ia termasuk di antara dosa
besar. Dalam Shahihain dari hadits Abdullah bin Abbas -rodliallaahu'anhu-, bahwa Nabi -
shollallaahu'alaihi wasallam- melewati dua kuburan seraya bersabda, "Perhatikan,
sesungguhnya keduanya sedang disiksa, dan tidaklah keduanya disiksa lantaran dosa
besar (menurut perasaan keduanya, pent). Adapun salah satunya, ia melakukan namimah.
Adapun yang lain, ia tidak bersuci dari kencing." Ia (Abdullah) berkata, "Lalu beliau
meminta pelepah kurma yang masih basah, lalu membelahnya menjadi dua, kemudian
menanamnya di atas yang ini satu dan yang ini satu." Para sahabat bertanya, "Kenapa
Anda melakukan hal ini?" Beliau menjawab, "Mudah-mudahan diringankan siksa
keduanya selama belum kering."[1] Dan diriwayatkan dari Nabi -shollallaahu'alaihi
wasallam- bahwa beliau bersabda,
قَتَّاتٌ اْلجَنَّةَ يَدْخُلُ لاَ
"Tukang adu domba tidak akan masuk surga." [2]
Dan atas dasar inilah, seorang mukmin harus meninggalkan namimah dan
menjauhinya. Adapun bahayanya, maka bahaya namimah atas seseorang yang
melakukan adalah ancaman keras yang telah anda dengar. Adapun terhadap
masyarakat, yaitu memisahkan (persatuan) di antara manusia dan merusak
(hubungan) di antara mereka.
Footnote:
[1] al-Bukhari dalam al-Iman (218); Muslim dalam al-Iman (292).
[2] Al-Bukhari dalam al-Adab (6056); Muslim dalam al-Iman (169 ?105).
Rujukan:
Fatwa Syaikh Ibnu Utsaimin yang beliau tanda tangani.
Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 3, penerbit Darul Haq.

0 komentar:

template by kendhin
please visit jadipebisnisinternet